Hingga usianya yang lebih dari tiga dasa warsa UNS terus berjuang mengemban amanah yang cukup berat, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Berbagai kegiatan telah dilakukan, telah banyak pula prestasi yang diraih. Saat ini UNS telah tumbuh dan  berkembang menjadi  salah  satu  universitas terpandang di Indonesia.  Di masa mendatang, UNS diharapkan mampu berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik di tingkat nasional sejajar dengan  perguruan tinggi yang terlebih dahulu berkembang, maupun di tingkat internasional yang mampu berkiprah sebagai perguruan tinggi otonom dan berkelas dunia (world class university). Pada saat ini UNS secara terus menerus berbenah diri berpacu melaksanakan program percepatan pengembangan di bidang: a). pemerataan dan perluasan akses; b). peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; dan c). Peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.

Upaya untuk mengembangkan UNS menjadi universitas unggul di tingkat internasional dan maju di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni seperti yang diamanatkan dalam Visi dan Misi Universitas Sebelas Maret (UNS), mempunyai konsekuensi dan tanggung jawab yang besar, terutama dalam membangun komitmen bersama yakni mengedepankan kualitas, profesional, efektif dan efisien.

Berbagai program, kebijakan dan kegiatan telah dilakukan secara berkesinambungan untuk menghadapi tantangan perubahan global yang terus melaju cepat, dinamis, interdependen dan kompleks. Harus kita akui bahwa tantangan di masa mendatang jauh lebih berat, karena pengembangan pendidikan tinggi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan,  teknologi, seni budaya, dan ekonomi dunia yang semakin pesat. Perubahan-perubahan tersebut pada akhirnya menuntut agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang handal dan berdaya saing.

Di sisi lain, pada saat ini sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia, masih mengalami berbagai permasalahan internal seperti banyaknya regulasi yang belum sepenuhnya mengakomodasi efektivitas pelayanan, atau permasalahan eksternal seperti kualitas dan relevansi lulusannya yang belum sepadan dengan kebutuhan pasar kerja/dunia industri, sehingga keseluruhan harapan masyarakat tersebut belum sepenuhnya secara maksimal dapat diwujudkan.